Jadi, Apa yang Harus aku lakukan?



Aku semakin tersentak dalam lamunanku saat melihat pemberitaan di media kini. Propaganda muslim yang kian di ombang-ambingkan. Pemutar balikan logika dimana yang benar menjadi salah, pun sebaliknya. Belum lagi, kekerasan pada anak yang semakin merajalela. Kasus korupsi yang semakin menjadi namun tidak berdaya dalam melakukan pemberantasan meski “katanya” itu adalah komisi yang berwenang.


Aku kembali membuka sejarah..

Nampaknya, hal ini sudah pernah terjadi dan bahkan memang tak pernah usai. Hanya saja, aku terlambat menyadarinya. Propaganda muslim itu, sudah ada sejak zaman rasulullah. Tatkala Kafir Quraisy yang tidak segan memboikot bani Hasyim dan bani Abdul Muthalib dalam melakukan perjual belian sehingga mereka sulit mendapat bahan makanan dan tinggal di celah-celah pegunungan batu. Bahkan hingga 3 tahun! Itu semua berawal dari musuh-musuh islam yang benci dengan dakwah rasulullah. Belum lagi, ancaman pembunuhan yang setiap hari kian dilontarkan dan perbuatan keji lainnya yang membuat umat muslim semakin menderita. 

Jika dahulu yang memaki umat muslim jelas-jelas musuh islam (kafir Quraisy), namun kini yang lebih menyakitkan lagi dimana yang menjauhkan muslim dengan agamanya adalah muslim itu sendiri. Ya Allah, sesak rasanya. Memang, semua itu berhasil diciptakan oleh propaganda yang telah dilontarkan berabad-abad silam dan berangsur meningkat seiring dengan lemahnya mental umat muslim yang semakin jauh dengan agamanya. 

Mungkin kita tak bisa merubah keadaan, namun kita masih bisa mengusahakan. Allah masih setia menunggu hambaNya yang senantiasa hendak kembali terhadap ajaran yang sesungguhnya. Ya, doa.
Namun, doa tanpa usaha itu mustahil. Masih ada yang bisa kita lakukan. Jika kita tak bisa merubah dunia, setidaknya kita masih bisa membentuk generasi penerus kita. Memperbaiki diri untuk mengantarkan generasi penerus perjuangan kelak. Senantiasa bersabar dalam berdakwah untuk menyampaikan kebenaran. Tidak melulu seputar pemenuhan diri, karena ada kewajiban yang harus kita penuhi. Menggigit erat jalan dakwah ini. Ya, prajurit Allah yang senantiasa membela kebenaran. Syaratnya? Tentu jadikan dirimu sebagai teladan. Perbaiki hubunganmu dengan Allah, dan laksanakan perintahNya dengan penuh semangat perjuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar positifmu akan semakin membangkitkan gairah menulisku :)

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com